Siapa sih yang tidak kenal Tulus? Penyanyi pria asal
Bandung yang populer sejak awal tahun 2012. Bila seseorang pertama kali mendengar
lagu-lagunya Tulus, maka orang tersebut akan mengira jenis musik Tulus bergenre
jazz. Namun, Tulus pernah bilang bahwa genre musiknya adalah eclectic. Mengapa
demikian? karena electic bermakna luas. Ia pernah berkata, bahwa setiap lagunya
memiliki cerita yang berbeda-beda dan setiap cerita itu ada pengiringnya yang
cocoknya seperti apa. Hal itu sama seperti lagu-lagu Tulus, apa yang ingin dia
ceritakan, bisa diiringi dengan musik yang sangat beragam dan berbeda-beda. Genre
musik electic adalah genre yang asing bagi saya, namun justru itulah yang
membuat saya sangat menikmati lagu-lagunya Tulus. Berbeda dari kebanyakan genre
musik di Indonesia. Menurut saya, genre seperti inilah yang memajukan kualitas
musik tanah air.
Dan alasan lain mengapa saya menyukai lagu-lagunya
Tulus adalah karena liriknya yang cukup puitis. Dan entah mengapa, lagu
tersebut sering terjadi di kehidupan nyata, sehingga sering menohok para pendengar.
Ya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa lagu yang
memiliki lirik puitis, bait-bait yang indah, akan mudah menyentuh pendengar
musik dari usia remaja hingga dewasa. Namun, mayoritas penyuka lagu jenis ini
adalah mereka yang memiliki jenjang pendidikan dan sosial yang menengah ke
atas. Lagu Tulus yang menurut saya paling puitis sekaligus paling memberikan experience kepada pendengarnya adalah SEPATU.
Mengapa? Karena setiap dari kita, pasti pernah mengalami tidak bisa bersatu
dengan orang yang kita cintai, bukan?
Seperti lirik dari lagu Sepatu berikut ini :
Kita adalah sepasang sepatuSelalu bersama tak bisa bersatuKita mati bagai tak berjiwaBergerak karena kaki manusiaAku sang sepatu kananKamu sang sepatu kiriKu senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginanKita sadar ingin bersamaTapi tak bisa apa-apaTerasa lengkap bila kita berduaTerasa sedih bila kita di rak berbedaDi dekatmu kotak bagai nirwanaTapi saling sentuh pun kita tak berdayaKu senang bila diajak berlari kencangTapi aku takut kamu kelelahanKu tak masalah bila terkena hujanTapi aku takut kamu kedinginanKita sadar ingin bersamaTapi tak bisa apa-apaKita sadar ingin bersamaTapi tak bisa apa-apaTerasa lengkap bila kita berduaTerasa sedih bila kita di rak berbedaDi dekatmu kotak bagai nirwanaTapi saling sentuh pun kita tak berdayaCinta memang banyak bentuknyaMungkin tak semua bisa bersatu
Lirik lagu SEPATU seringkali membuat pendengarnya
berkata, “ini lagu aku banget deh!”. Dan ya..... Tulus berhasil membuat lagu yang
sebenarnya berkisah “sedih” namun dikemas secara unik (tidak seperti kebanyakan
lagu-lagu galau Indonesia dengan musik yang mendayu-dayu dan menyayat hati),
seolah-olah menyemangati pendengarnya untuk segera move on.
Jelas saja, dengan genre musik yang seperti ini, karir
Tulus langsung melesat dan lagu-lagunya merajai chart musik Indonesia. Bahkan,
album Tulus berada di urutan nomor 1 kategori album terbaik di majalah Rolling Stone! Tidak hanya itu, Rolling Stone juga menobatkannya sebagai
Rookie of The Year 2013! wow! di sini
bisa diketahui, bahwa penikmat musik Indonesia sudah jenuh dengan lagu galau
yang mendayu-dayu, sehingga mereka mencari genre musik yang segar. Hal ini juga
terjadi kepada penyanyi Raisa dan Isyana Sarasvati. Bisa dibilang, jenis musik Tulus,
Raisa dan Isyana memiliki jenis yang agak sama. Mereka cepat melesat karena
membawakan musik yang segar dan unik.
Intinya, sudah hampir dua setengah tahun ini saya tidak pernah ada bosannya untuk mendengarkan lagu-lagunya mas Tulus. Contohnya seperti, “Teman Hidup”, “Sewindu”, “Gajah”, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, “Sepatu”. Tapi di antara lagu-lagu yang saya sebutkan, lagu yang paling unik dan kreatif adalah “Gajah”. Lagu tersebut diciptakan karena Tulus memiliki tubuh yang besar sehingga teman-teman masa kecilnya sering memanggilnya gajah. Namun ia tidak menyukai dipanggil seperti itu. Jadilah Tulus membuat lagu “Gajah”, kreatif banget kan?
Menurut saya, lagu Tulus sangat pas didengar ketika
sedang dalam perjalanan atau sedang mengerjakan sesuatu. Lambat laun saya
menjadi rileks namun bersemangat. Tugas-tugas kuliah saya juga tidak menjadi
beban. Ini serius. Saya udah sering nyoba, lho!
kok ga lagune KCB kaa?? jarene apik wkwk
BalasHapusblogwalking http://rara-liskrafb.blogspot.com/
hmm entahlah lagi kepikiran mas Tulus wkwkwk
Hapus