Kamis, 19 Mei 2016

Persuasif: Masa Anak-anak Hanyalah Sebuah Nostalgia

                               

Rasanya sudah menjadi hal biasa melihat anak-anak yang sedang bermain. Anak-anak suka bermain petak umpet, gobak sodor, kotak pos, lompat tali, kelereng dan permainan-permainan yang lain. Bahkan sampai hal kecil sekalipun, anak-anak akan memainkannya bila itu dianggapnya menarik. Seperti menjadikan tirai jendela sebagai gaun putri cantik, kemudian berputar-putar di bawahnya, mengejar bayangannya sendiri, hingga mengobrol di depan kipas yang angin yang sedang berputar. Tapi, itu dulu. Ya, kini semua kebiasaan lucu itu hanya menjadi bahan nostalgia bagi kita generasi abad 20 terakhir. 

Senin, 11 April 2016

[Struktur Posisional] PENYEGAR MUSIK INDONESIA: TULUS

20140324_Tulus_2

Siapa sih yang tidak kenal Tulus? Penyanyi pria asal Bandung yang populer sejak awal tahun 2012. Bila seseorang pertama kali mendengar lagu-lagunya Tulus, maka orang tersebut akan mengira jenis musik Tulus bergenre jazz. Namun, Tulus pernah bilang bahwa genre musiknya adalah eclectic. Mengapa demikian? karena electic bermakna luas. Ia pernah berkata, bahwa setiap lagunya memiliki cerita yang berbeda-beda dan setiap cerita itu ada pengiringnya yang cocoknya seperti apa. Hal itu sama seperti lagu-lagu Tulus, apa yang ingin dia ceritakan, bisa diiringi dengan musik yang sangat beragam dan berbeda-beda. Genre musik electic adalah genre yang asing bagi saya, namun justru itulah yang membuat saya sangat menikmati lagu-lagunya Tulus. Berbeda dari kebanyakan genre musik di Indonesia. Menurut saya, genre seperti inilah yang memajukan kualitas musik tanah air.

Sabtu, 26 Maret 2016

Sinopsis Cerita: DI BAWAH LANGIT DEIR AL-BASRA

Deir  Al-Basra, 1924

Deir Al-Basra adalah daerah perbatasan antara Bosphorus dan Anatopia. Dikelilingi oleh berbagai selat dan laut lepas. Di daerah ini, sering terlihat ratusan burung camar yang terbang rendah di garis horizon, berlomba  dengan riak air laut dan perahu-perahu kecil yang berlayar  tenang.  Laut pun nampak berkilau karena pantulan sinar matahari, dan juga pohon yang seringkali menari kala angin menerpa. Pagi itu, selepas sholat subuh, terdengar lantunan surat Ar-Rahman dari dalam surau. Rupanya, akan diselenggarakan akad nikah tidak lama lagi. Nampak jelas pengantian pria, Abyaz Issa, melantunkan Ar-Rahman yang sudah ia hafal sejak usia 6 tahun, dengan suara merdu dan penuh konsentrasi. Tak lama kemudian, ijab qobul dimulai dan terlaksana dengan lancar. Suasana haru bahagia menyelimuti surau. Begitu pula di rumah pengantin wanita, Fatima Adawiya, yang tak jauh dari lokasi surau, seisi rumah berucap syukur bersahut-sahutan begitu mendengar bahwa ijab qobul terlaksana dengan lancar.

Tiba-tiba langit bergemuruh. Tanah bergoncang hebat, membuat jendela-jendela dan benda yang tergantung jatuh pecah. Dumm!! suara keras yang sungguh mengerikan, suara yang belum pernah terdengar sama sekali di Deir Al-Basra. Penduduk Deir Al-Basra berhamburan keluar. Mereka tercengang dengan mulut menganga, tak percaya dengan apa yang sedang mereka saksikan. Nampak ratusan pesawat perang dan helikopter memenuhi langit, seolah hampir tak menyisakan tempat bagi sinar matahari. Dumm!! suara susulan, namun terdengar lebih keras. Penduduk Deir Al-Basra mulai ricuh dan berlari mencari tempat berlindung. Mereka membawa serta keluarga dan anak-anak mereka untuk berlindung dari rudal. Suasana Deir Al-Basra yang tadinya indah bagaikan simfoni, seketika berubah menjadi mencekam. Abyaz, ia berlari-lari mencari istrinya, Fatima. Ketika Abyaz dan Fatima hampir bertemu, tanah bergoncang kembali. Namun, kali ini bukan karena dentuman rudal. Melainkan karena gempa bumi. Begitulah cara keduanya dipisahkan saat itu.


Jumat, 25 Maret 2016

Character's DI BAWAH LANGIT DEIR AL-BASRA

PROTAGONIS
ciri - ciri fisik :
berkulit putih kemerah-merahan, berbadan tegap, tinggi 175 cm, berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang. Langkah jalannya cenderung cepat. Atribut yang selalu melekat pada dirinya adalah busur panah dan anak panah disangkul di pundaknya, dan pengikat kepala.

KARAKTER ABYAZ ISSA

Merupakan prajurit yang tangguh dan cerdik. Selain sangat ahli dalam memanah, Abyaz juga ahli merakit alat perang dan strategi perang. Ia dikenal sebagai singa di siang hari (ketika berhadapan dengan musuhnya), namun sangat rapuh ketika malam hari (ketika bermunajat kepada Tuhannya). 
Jika berhadapan dengan orang, maka ia tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak di belakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan Abyaz selalu menyapa orang lain terlebih dahulu. Dengan semua keistimewaannya itu, ia diangkat sebagai pemimpin pasukan mujahidin Deir Al-Basra. Abyaz memiliki lupa ingatan sejak tragedi di Deir Al-Basra 9 tahun yang lalu. Sejak dipertemukan dengan Fatima kembali, ingatannya mulai berangsur-angsur pulih. 


Kamis, 03 Maret 2016

SCRIPTWRITING : FAVORITE SCENE IN WEDDING DRESS (2010)

INT. RUMAH JEONG WOON - RUANG MAKAN – MALAM HARI
Keluarga Jeong Woon dan keluarga Go Eun sedang makan malam dengan suasana tenang. GO EUN merasa resah dengan pandangan mata yang tidak nyaman.

GO EUN
Maaf kami sudah merepotkan

JI HYE
(sedang makan)
Ah tidak, tidak merepotkan

JEONG WOON
(bertanya kepada JI HYE)
Apa supnya tidak keasinan?

JI HYE
Apa iya?

Ji Hye dan Seo Go-eun mencicipi sup bersamaan.

GO EUN
(bicara kepada JEONG WOON)
Tidak, rasanya pas kok